Tadabbur Al Qur’an Juz 11

Pointers Kajian Tadabbur al-Qur’an Juz ke-11:

  1. Melanjutkan kisah orang-orang Munafik, lalu orang-orang baduy yg baik dan buruk, serta kaum Muhajirin dan Anshor. Ayat-ayat tersebut menjelaskan golongan-golongan yg berada pada masyarakat Madinah.
  2. Coba renungkan korelasi kata ‘w as-sabiqun’ (dan para pendahulu) pada surat at-taubah dan ‘w as-sabiqun’ pada surat al waqiah, yg menjelaskan tentang kemuliaan mereka, serta penjelasan bahwa sebagian mereka dari umat terdahulu dan sedikit dari mereka dari umat akhir zaman… Maka berusahalah menjadi yg sedikit tersebut….!!!
  3. Penyebutan Masjid ad-Dhiror dan keburukan niat saat membangunnya. oleh karena itu, Allah melarang Nabi-Nya untuk sholat di dalamnya. Lalu disebutkan Masjid yg lebih patut dijadikan tempat sholat. Dari sini ditarik kesimpulan, bahwa yg jadi ‘patokan’ adalah kebenaran niat, bukan kemegahan bangunan fisik.
  4. Sifat-sifat orang yg menjual/mengorbankan dirinya untuk Allah, serta larangan kepada Nabi Shalallahu alaihi wa sallam dan orang-orang beriman untuk memohonkan ampunan untuk orang-orang musyrik.
  5. Ketika hati dipenuhi dengan api kemaksiatan, ingatlah 3 orang sahabat yg sempat diasingkan karena bermaksiat (tidak ikut jihad)… Renungkanlah baik2…
  6. Di akhir-akhir surat at-Taubah berbicara tentang hubungan manusia dengan al-Qur’an. Terdapat beberapa golongan yg patut direnungkan, agar kita tidak termasuk golongan yg rugi.
  1. Di awal surat Yunus dijelaskan tentang ayat-ayat kauniyah dan permisalan-permisalan untuk membuktikan keberadaan Allah Ta’ala serta keagungan-Nya.
  2. Membungkan kaum musyrikin dan menantang mereka dengan al-Qur’an.
  3. Maqom tertinggi seorang hamba adalah al-Wilayah. Nah, bagaimana agar kita bisa mencapai derajat Wali? Sifat2nya dijelaskan dalam surat yunus ayat 62-64. Maka, bagi siapa yg mengaku wali, namun tidak memiliki sifat2 tersebut, maka ia telah berdusta.
  4. Penjelasan Kisah Nabi Nuh Alaihissalam, lalu kisah Nabi Musa Alaihissalam dengan Fir’aun. Serta menggambarkan kondisi tenggelamnya fir’aun dan bala tentaranya, agar menjadi ‘ayat’ bagi orang-orang setelahnya, bahwa keimanan yg datang saat maut menjemput, tidak akan bermanfaat lagi.
  5. Perintah Allah Ta’ala kepada Nabi-Nya untuk teguh di dalam keimanan dan mengikuti wahyu, serta sabar, sampai tiba ketetapan Allah Subhanahu wa Ta’ala…

Simak Video Penjelasan Lengkapnya di Sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *